Senin, 07 Desember 2015


Fitriani Hamzah: Kisah Inspiratif Sang Resepsionis

Banyak kisah orang yang memulai usahanya dari hal-hal sangat sederhana. Dengan kerja keras, ketelatenan, optimisme, dan belajar tak kenal lelah, mereka bisa mencapai tangga kesuksesan.

Salah satunya adalah Fitriani Hamzah, pemilik PT Radinas Eka Saputra yang kini memiliki ratusan karyawan yang tersebar di berbagai restonya di Jabodetabek.


Menengok ke belakang, perjalanan hidupnya cukup berliku. Dalam usia relatif muda, 23 tahun, Fitri harus membesarkan dua anaknya seorang diri. Maklum, kala itu ia memutuskan untuk menjadi single parent bagi Rangga Dinastri dan Kresna Ekalaya.

Berbekal kerja keras sebagai sekretaris di sebuah perusahaan swasta, dengan telaten Fitri membesarkan Rangga dan Kresna. Meski penghasilannya tidak begitu besar, ia tidak pernah mengeluh.

Begitu juga ketika bekerja sebagai resepsionis yang tentu saja penghasilannya pas-pasan. Tetapi, ia yakin Tuhan tidak akan membiarkan hamba-Nya terus menangis, terlebih bagi mereka yang bekerja keras.

Keyakinan itu pula yang membuat Fitri mencari terobosan untuk menambah penghasilannya setiap bulan. Ia berharap jumlah pundi-pundi rupiahnya cukup untuk menyekolahkan kedua anaknya hingga ke jenjang paling tinggi. Perlahan ia pun mulai mencari sumber penghasilan baru untuk menutupi biaya hidupnya yang terus menanjak. “Awalnya saya menjadi penyuplai ATK di kantor. Kemudian merembet ke servis AC, sewa tanaman, hingga percetakan,” kenangnya.

Dari sini kemampuan melobi dan membangun networking mulai terasah. Untuk mendapatkan satu proyek, ia harus bekerja keras untuk bisa meyakinkan bagian logistik dan administarsi bahwa ia sanggup memberikan yang terbaik dengan harga kompetitif. Ia juga terus memperkuat jaringan sehingga bisa bersaing dengan kompetitor lain yang sudah lebih dulu eksis. 

Tanpa disangka penghasilan dari usaha sampingannya itu jauh melebihi penghasilannya sebagai sekretaris. Sampai suatu hari, ia pun memutuskan beralih profesi dari pekerja menjadi pengusaha.

“Setelah saya jalani selama 4 tahun, ternyata untuk menjadi pengusaha itu harus fokus. Karena saya harus supervisi langsung sebagai jaminan kualitas,” ujarnya.

Tekad itu diwujudkannya dengan mendirikan PT Radinas Eka Saputra pada 18 Agustus 1990. Sejak 2002, bisnisnya lebih difokuskan pada resto yang dinilainya lebih menjanjikan. Ia pernah membuka resto Padang, kemudian beralih ke franchise CFC dan Sapo hingga saat ini.

Fitri-grafi
Nama Lengkap Fitriani Hamzah Keluarga Rangga Dinastri dan Kresna Ekalaya (putra/i) Pekerjaan/Jabatan Pemilik PT Radinas Eka Saputra


Artikel ini dimuat pada majalah Men’s Obsession edisi Oktober-November 2008
- See more at: http://www.mensobsession.com/article/detail/571/fitriani-hamzah-kisah-inspiratif-sang-resepsionis#sthash.epyDONbl.dpuf

Bob Sadino adalah sesosok konglomerat yang sangat inspiratif dan terkenal akan keuletannya dalam memperjuangkan apa yang dia impikan. Sepeninggalnya Bob dari dunia ini di tanggal 19 Januari 2015, karyanya dan kisahnya yang inspiratif akan selalu kita kenang. Usahanya yang dimulai dari nol dan penuh kerja keras membuktikan bahwa kesuksesan bukanlah sesuatu yang mustahil. Pada artikel kali ini, kita akan mengulas tentang biografi pengusaha sukses Bob Sadino.
Dilahirkan di Lampung pada tanggal 9 Maret 1933, Bob Sadino berasal dari keluarga serba berkecukupan dan Bob merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara. Di usianya yang ke-19 tahun, ayah Bob meninggal dan Bob mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara Bob yang lainnya telah dianggap mapan.
Kisah Sukses Pengusaha Sukses Indonesia Bob Sadino
Limpahan harta warisan yang diterima oleh Bob membuat Bob memilih untuk berkeliling dunia dan dalam perantauannya tersebut, Bob Sadino memilih untuk menetap di Eropa. Berbagai pekerjaan dilakoninya, mulai dari menjadi karyawan di PT Djakarta Lloyd hingga menjadi pegawai perusahaan besar Unilever. Di Eropa, Bob Sadino bertemu dengan belahan jiwanya, yaitu Soelami Soejoed kemudian menikahinya.
Di tahun 1967, Bob kembali ke Indonesia dan hasil kerja kerasnya di Eropa memampukannya untuk membeli 2 mobil Mercedes Benz. Satu mobil dijual dan uangnya digunakan untuk membeli sepetak tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Sedangkan mobil satunya digunakannya untuk bekerja, yaitu sebagai supir taksi gelap. Akan tetapi suatu hari, taksi Bob mengalami kecelakaan dan mobilnya rusak parah, sedangkan Bob tidak memiliki uang untuk memperbaikinya. Mau tak mau, dia harus berganti profesi dan Bob menjadi kuli bangunan.
Gajinya saat itu hanyalah Rp 100,00. Gaji tersebut terbilang sangat kecil saat itu, akan tetapi Bob tidak memperbolehkan istrinya yang berpengalaman sebagai sekretaris di perusahaan luar negeri untuk bekerja meskipun istrinya memiliki kesempatan untuk menyelamatkan finansial keluarganya. Bob menganggap mencari nafkah adalah tugas dari seorang kepala keluarga. Tekanan ini sempat membuatnya depresi.
Akil balik Bob adalah pada saat temannya yaitu Sri Mulyono Herlambang menyarankan Bob untuk memelihara 50 ekor ayam ras untuk mengatasi depresi yang dialaminya. Dari situ, Bob mendapatkan motivasi yang kuat, yaitu ayam saja bisa berjuang terus untuk hidup, tentunya manusia juga bisa. Dari situlah Bob terinspirasi untuk berwirausaha.
Usaha ternak ayam yang dilakoninya mampu berkembang dengan pesat hanya dalam tempo 1 setengah tahun. Pelanggannya terutama adalah para orang asing karena lingkungan tempat tinggalnya di Kemang rata-rata dihuni oleh orang asing dan juga Bob serta istrinya juga mahir dalam berbahasa Inggris.
Usahanya tersebut semakin berkembang hingga akhirnya Bob mampu mendirikan supermarket Kem Chicks dan berkembang ke bidang agribisnis, antara lain holtikultura. Bisnisnya adalah mengelola kebun-kebun sayur mayur dengan target market orang asing di Indonesia. Selain itu juga ada Kem Food, yaitu pabrik pengolahan daging di Pulogadung.
kemchicks bob sadino
Kisah pengusaha sukses di Indonesia Bob Sadino memegang teguh prinsip bahwa setiap kesuksesan pasti berawal dari kegagalan dan untuk menjadi wirausaha memang tidak semudah dan semulus yang dikira. Bob dan istrinya pun harus menghadapi asam garam kehidupan untuk merasakan kesuksesan. Akan tetapi uang bukanlah hal yang paling utama, yang terpenting adalah kemauan, komitmen, serta kemampuan untuk jeli dalam mencari dan menangkap peluang yang ada.
Beliau juga berkata bahwa cara menjadi pengusaha sukses adalah rencana hendaknya tidak harus selalu kaku, akan tetapi leih ke pengembangan dari apa yang telah dilakukan. Akan tetapi umumnya seringkali orang terlalu banyak berpikir dan membuat rencana, sehingga akhirnya tidak segera melangkah, padahal yang terpenting adalah action.
Satu hal lagi, kita harus terus haus akan ilmu dan kita tidak boleh menganggap ilmu kita lebih daripada orang lain. Bob Sadino selalu memperhatikan kritik dan saran dari pelanggan. Dengan cara ini, Bob mampu meraih simpati pelanggan dan mampu memberikan kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan bagi diri sendiri. Maka dari itu, kita harus mengutamakan kepuasan pelanggan.
Wah, sungguh inspiratif ya. Memang benar kerja keras, kemauan untuk terus belajar, kemampuan mencari peluang, dan memperhatikan kepuasan pelanggan akan membawa kita ke kesuksesan. Demikianlah Kisah Sukses Pengusaha Sukses Indonesia: Bob Sadino. Semoga bermanfaat.

Senin, 30 November 2015









10 Tips Fashion Bagi Wanita Berhijab Ketika Wawancara KerjaTIPS BAJU MUSLIM & HIJAB
Siapa bilang hijab merupakan halangan bagi anda untuk mencari kerja dan sukses dalam berkarir? Perlu diketahui bahwa pada dasarnya, yang menjadi modal utama dalam meniti karir dalam pekerjaan adalah kemampuan atau skill yang anda miliki dan keinginan untuk terus mengembangkan keahlian tersebut. Walau begitu, tak bisa dipungkiri bahwa penampilan juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan terutama ketika anda akan melaksanakan wawancara atau interview kerja sebagai langkah awal anda memulai karir yang diimpikan. Dengan berpenampilan yang baik, maka peluangpun akan terbuka lebar. Memilih dan menentukan fashion untuk wawancara kerja bagi wanita yang berhijab mungkin membutuhkan referensi yang luas sehingga tujuan anda untuk tampil stylish namun tetap rapi dan menawan dapat terwujud dengan baik dan mempesona. Selain itu, anda juga perlu mengetahui kriteria pakaian kerja seperti apa yang cocok untuk digunakan ketika wawancara kerja dan membuat tampilan anda all outpada saat interview dilaksanakan. Dan berikut ini rangkuman 10 tips fashion wanita berhijab ketika wawancara kerja.

Pakaian Sopan
Dalam wawancara kerja, penampilan dan pakaian yang anda kenakan menjadi hal utama yang terlihat untuk menilai tingkat kesopanan anda dalam berkerja. Untuk situasi seperti ini, memilih pakaian yang sopan bukan hanya diperlukan oleh wanita berhijab, tetapi semua orang yang sedang wawancarapun wajib menggunakan pakaian yang sopan, tidak ketat dan lainnya. Pakaian yang sopan akan membentuk image positif bagi siapa saja yang melihat, termasuk pihak perusahaan yang mewawancara.
Harus Formal 
Di dalam lingkungan kerja, menggunakan pakaian yang formal sudah menjadi kewajiban yang paling umum dan perlu dilaksanakan. Jenis-jenis pakaian formal yang perlu anda gunakan ketika akan wawancara kerja antara lain kemeja formal, blazer dan bisa juga pantsuit. Pakaian formal tersebut perlu dipadukan dengan bahan dan jenis hijab yang formal supaya memberi kesan bahwa anda siap melaksanakan wawancara dan bekerja secara formal di tempat anda melamar.
Polos dan Elegan
Memilih warna pakaian yang anda kenakan ketika wawancara kerja perlu diperhatikan dengan seksama supaya tepat. Sebaiknya, memilih warna-warna polos seperti hitam, putih atau abu paling disarankan untuk menunjukkan sisi tampilan yang elegan. Selain itu, jangan lupa padukan warna hijab yang tepat supaya penampilan anda terlihat serasi dan enak dipandang. Perlu diketahui juga bahwa pemilihan warna pakaian yang polos memberi gambaran positif terhadap kesiapan dan keseriusan anda untuk mulai berkerja.
Hindari Motif Ramai
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pakaian formal yang dikenakan ketika menghadapi tes wawancara kerja sebaiknya yang berwarna polos saja. Pasalnya, pakaian dengan motif-motif yang ramai dan berlebihan akan mengurangi sisi elegan anda ketika diwawancara. Jika anda tetap ingin menggunakan pakaian yang bermotif, pilihlah motif yang sesimpel dan seminimalis mungkin hanya untuk menghindari kesan monoton pada tampilan anda. Dengan begitu, kesan elegan tetap terlihat dari cara berpakaian dan penampilan anda.
pakaian formal yang dikenakan ketika menghadapi tes wawancara kerja sebaiknya yang berwarna polos saja
pakaian formal yang dikenakan ketika menghadapi tes wawancara kerja sebaiknya yang berwarna polos saja
Simpel dan Sederhana
Ketika akan mengikuti wawancara kerja, hindarilah keinginan untuk membuat hijab dengan model baru yang macam-macam rupa. Selain akan memakan waktu dan mengganggu konsentrasi, hal tersebut juga akan terlihat rumit dan memberi kesan yang kurang baik. Jadi sangat disarankan bagi anda untuk memilih dan menggunakan jenis hijab yang simpel namun tetap formal dan juga sopan. Hal ini akan terasa menguntungkan karena tidak menyita waktu dan membuat anda lebih percaya diri dengan hijab dengan model kantoran sederhana yang dikenakan.
Hijab Rapih
Sebelum memakai hijab yang akan anda gunakan ketika wawancara, pastikanlah hijab tersebut telah dirapihkan sebelumnya sehingga tidak terlihat kusut apalagi berantakan. Menyetrika hijab yang akan dipakai juga membutuhkan teknik yang baik, usahakan tidak ada lipatan supaya hijab tersebut mudah digunakan. Pastikan juga model hijab formal yang anda gunakan tidak mudah acak-acakan dan kerapihannya bisa dipertahankan hingga wawancara selesai dilaksanakan.
Modis dan Menarik
Memadukan berbagai jenis pakaian untuk wawancara kerja dengan hijab yang dikenakan mungkin sesuatu yang cukup menantang bagi siapa saja yang tidak biasa berpakaian formal. Namun anda tetap bisa tampil modis dengan pakaian formal berikut hijab yang anda kenakan ketika akan wawancara kerja, yaitu dengan memilih model hijab dan pakaian formal yang terbaru sehingga penampilan anda akan terlihat masa kini walaupun berbalut hijab dengan nuansa yang formal. Selain memberi kesan modis, hal ini juga dapat menambah daya tarik anda selama melakukan wawancara.
Tidak Berlebihan
Aksesoris yang notabene digunakan untuk menunjang penampilan bisa menjadi boomerang ketika anda menggunakannya secara berlebihan terutama ketika akan menjalani wawancara kerja. Sebaiknya gunakanlah aksesoris seadanya supaya lebih simpel dan tidak berlebihan. Jika anda sudah menggunakan bros yang elegan pada hijab di bagian bahu kanan, maka anda tidak perlu menggunakan kalung yang akan mengganggu kesan elegan pada penampilan. Dan jika anda sudah menggunakan cincin dengan desain yang simpel dan juga jam tangan, anda tak perlu mengunakan gelang yang tujuannya untuk menyederhanakan penampilan. Selain itu, penggunaan make up yang simpel juga perlu dilakukan supaya tidak memberi kesan menor dan berlebihan.
Senada Keseluruhan
Fashion ketika wawancara mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki seperti hijab, kemeja, blazer, celana, tas hingga sepatu perlu dipilih dengan warna yang senada sehingga terlihat serasi dan enak dipandang. Memilih warna fashion ketika wawancara kerja juga bisa menggambarkan karakteristik anda karena orang-orang yang memperhatikan penampilan secara detail merupakan gambaran dari orang yang teliti dan mempersiapkan segalanya dengan matang. Jadi hal ini tentu membuka peluang yang lebih besar bagi anda untuk diterima berkerja di perusahaan tersebut bukan?
Nyaman Digunakan
Selain sekian banyak tips yang disebutkan tadi, rasa nyaman menjadi hal yang terpenting dalam berpakaian ketika melaksanakan wawancara apalagi bagi wanita yang berhijab. Dengan pakaian dan hijab yang sederhana dan nyaman digunakan, otomatis rasa percaya diripun akan timbul dengan sendirinya. Konsentrasi akan lebih terarah dan tidak terganggu ketika anda menghadapi berbagai pertanyaan dalam wawancara. Dengan demikian, hasil wawancarapun akan maksimal sesuai dengan usaha yang sudah anda siapkan sebelumnya berkat penampilan berhijab yang baik dan juga tepat.
Itulah 10 tips fashion yang perlu diperhatikan oleh wanita berhijab ketika akan menghadapi wawancara kerja. Bila semua sudah direncanakan dan dilakukan dengan matang, maka anda tinggal fokus untuk memaksimalkan kesempatan yang ada untuk melaksanakan wawancara dengan usaha yang optimal. Tebarkanlah senyum untuk mengurangi rasa gugup ketika akan memasuki ruangan. Percayalah pada kemampuan dan bersikap percaya diri untuk menggapai impian yang anda cita-citakan. Dengan begitu, proses wawancara kerja yang anda lakukan akan terlihat penuh kesiapan dalam segala hal berkat penampilan dan fashion yang anda kenakan.

Kisah Inspiratif: Tyas Rara Berdakwah Melalui Keindahan Berbusana





Banyak cara dalam berdakwah. Menyiarkan Islam secara damai tak hanya melulu dengan perkataan, namun seperti yang dilakukan desainer muda Tyas Rara Sindu atau biasa dikenal dengan Tyas Rara, ia berdakwah lewat keindahan berbusana khususnya busana muslimah. Gadis asal Salatiga itu mengaku berdakwah dengan cara itu manjur dan menyenangkan. Ia menuturkan, dahulu hijab atau jilbab dianggap ketinggalan jaman. Sehingga jarang peminatnya. Padahal hijab merupakan perintah Allah. Dengan adanya style atau fashion berjilbab, orang-orang mulai tertarik. Tyas Rara resah setiap mendengar wanita pemakai jilbab atau hijab dicitrakan kuno, tua, dan kampungan. Tumbuh di keluarga kental tradisi Islam, karena ayahnya adalah pendiri salah satu pondok pesantren Salafiiyah di Salatiga. Ia pun mulai tertantang untuk membuat suatu perubahan bahwasannya wanita pemakai hijab dan berbusana muslim dapat terlihat stylist namun tetap syar’i. ika muslimah berjilbab hanya sebatas ikut-ikutan tren, maka hal itu tidak akan bertahan lama. Sedangkan saat ini desainer berbakat justru semakin menjamur, mereka menangkap peluang kebutuhan spiritual umat muslim dan juga kemajuan zaman di waktu bersamaan. Menyikapi hal tersebut, perempuan berumur 22 tahun ini memberi tanggapan bahwa pasti ada saja rintangan, seperti olok-olok, underestimate dari sebagian orang, namun hal demikian menurutnya, bukan menjadi penghalang untuk tetap bersikap baik, ramah, dan murah tersenyum saat berdakwah. Perempuan yang baru saja mendapat gelar Sarjana Komunikasi di Universitas Dian Nuswantoro Semarang ini juga mendirikan wadah bagi wanita-wanita muslimah di kota Salatiga yaitu komunitas Hijabers Salatiga mengatakan bahwa, ’’Tujuan dibentuknya Hijabers Salatiga sendiri adalah untuk Menjadi komunitas yang berguna bagi sesama, serta menjadi wadah positif bagi muslimah untuk belajar dan saling berbagi. Wanita muslimah tak hanya cantik fisik, tetapi juga cantik hati melalui berbagai acara positif. Be free and be your self as long as syar'i“. Selain itu, Tyas Rara juga menggeluti bidang fashion designer, membuat tutorial-tutorial hijab stylish nan syar’i, hijab illustrator. Aktifitas-aktifitasnya tersebut terbukti membawa dampak positif bagi perempuan-perempuan muslim terutama yang belum menggunakan jilbab menjadi tidak malu-malu lagi mengenakannya. “Saya awali dengan mengajak orang-orang terdekat saya dulu. Seperti teman-teman kuliah yang dulunya enggan memakai jilbab karena alasan belum siap, Alhamdulillaah setelah saya yakinkan tentang kewajiban Allah tersebut sekarang merekapun telah memakai hijab”. Tyas Rara juga telah mengeluarkan berbagai gaya untuk berhijab cantik namun tetap syar’i serta menjajal dunia fashion muslimah blog agar karya-karyanya dapat dikenal oleh masyarakat dan dapat menjadikan inspirasi bagi semua wanita muslim di Indonesia atau bahkan sampai ke penjuru Dunia. Terbukti gaya berhijabnya banyak ditiru oleh perempuan-perempuan muda muslimah disekitarnya. 

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/karinaaddini/kisah-inspiratif-tyas-rara-berdakwah-melalui-keindahan-berbusana_5529277b6ea834a8728b456d